Gas Gundih

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Gas Gundih

Post by Reski on Fri 18 Mar - 15:09

News, From the Media

Selasa, September 11, 2007

Harga Gas Gundih untuk PLTGU Tambak Lorok US$4,8

Media Indonesia, Ekonomi, Senin, 10 September 2007, 13:26 WIB

PELABUHAN RATU–MIOL: Harga gas untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap
(PLTGU) Tambak Lorok, Semarang, dari Lapangan Gundih milik PT Pertamina (Persero), disepakati sebesar US$4,8 per mile mile british thermal unit (mmbtu).

Direktur Produksi PT Indonesia Power Achmad Sadikin di sela-sela acara peletakan batu pertama (ground breaking) PLTU Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (10/9), mengatakan kepastian pasokan dari Pertamina tersebut baru didapatkan sebanyak 50 juta kaki kubik.

“Pertamina itu sebanyak 50 juta kaki kubik dengan harga US$4,8 per mmbtu,” katanya.

Untuk penyaluran gas yang direncanakan mulai 2010 itu, PT Indonesia Power (IP) selaku pengelola PLTGU Tambak Lorok, Semarang, akan menggunakan jasa PT Sumber Segara Primadaya, sebagai distributor gas.

Selain dari Gundih, Ahmad mengemukakan, untuk memenuhi kebutuhan gas di PLTGU Tambak Lorok, IP juga akan mengupayakan mendapat pasokan gas dari Blok Cepu, Bojonegoro, yang dimiliki PT Exxon Mobil.

Ia berharap, Exxon dapat memasok gas sebesar 50 MMSCFD (millions standard cubic feet per day/juta kaki kubik per hari).

Keinginan ini berdasarkan informasi yang diterima bahwa selain menghasilkan minyak, Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, juga mengandung gas ikutan yang cukup besar.

“Gas ikutan ini memang harus disertifikasi dulu. Tapi, Exxon berkeinginan karena jaraknya juga tidak jauh, cuma 10 kilometer, jadi gasnya daripada dibiarkan, kalau dijadikan flare kan lumayan,” kata Ahmad.

Menurut dia, kebutuhan gas buat PLTGU Tambak Lorok berkapasitas 1.000 megawatt (Mw) adalah 200 mile mile standard cubic feet per day (MMSCFD).

Sebelumnya, Vice President for Planning, Commercial, and Public Affairs ExxonMobil Maman Budiman ketika dihubungi wartawan mengakui, Lapangan Banyuurip memang mengandung gas ikutan. “Namun, kemungkinan akan kami pakai sendiri,” katanya.

Menurut Sadikin, selain gas ikutan Lapangan Banyuurip, pihaknya berkeinginan mendapatkan gas dari Lapangan Jambaran yang juga termasuk dalam Blok Cepu. Lapangan tersebut diperkirakan mengandung cadangan gas cukup besar yakni mencapai 1,7 triliun kaki kubik.

Meski diperkirakan mengandung kadar karbondioksida (CO2) cukup tinggi yang mencapai 45 persen, sehingga harga gas menjadi tinggi, namun Sadikin tetap berharap mendapatkan gas Lapangan Jambaran.

Tambak Lorok berjarak sekitar 150 km dari Blok Cepu, Bojonegoro. Rencananya, gas Blok Cepu tersebut dialirkan melalui pipa transmisi gas jalur Gresik-Semarang- Cirebon.

Hingga saat ini, PLTGU yang seharusnya memakai bahan bakar gas memang masih menggunakan bahan bakar minyak. Karena, pasokan gas yang diperlukan masih belum memenuhi.

“Kami masih terus mencari gas buat Tambak Lorok. Karena selain lebih hemat, bersih, di mesin juga lebih awet. Pasokan gas ini salah satunya kami berharap dari Blok Cepu,” ujarnya.

Selama ini, untuk menghemat pemakaian BBM (Bahan Bakar Minyak), Tambak Lorok terpaksa dimatikan operasinya setiap Sabtu dan Minggu.

Saat ini rata-rata penggunaan BBM di enam unit pembangkit tersebut mencapai sebesar 4.000 kiloliter per hari.

Sebelumnya, Petronas juga akan memasok kebutuhan gas Tambak Lorok dari Lapangan Kepodang, Jateng sebesar 145 MMSCFD. Namun, kepastiannya masih belum didapatkan, karena masih dibahas di BP Migas.
avatar
Reski
Geyerers

Jumlah posting : 17
Points : 45
Reputation : 0
Join date : 13.03.11
Age : 21
Lokasi : Geyer

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik